Selasa, 10 Februari 2015

PUTERI MUSLIMAH INDONESIA 2014

PUTERI MUSLIMAH INDONESIA 2014



Assalamualaikum ukhti :)                

Halo semua, kenalin namaku Feby Rendra Febriani, banyak yang panggil feby, feb, pebi. Tapi aku paling nyaman dipanggil "eby", karena itu panggilan kesayangan dari kecil. Ayahku Alm. Rendra Irwanto, Mamaku Yaniek P. Asmarini. Aku anak keempat dari 5 bersaudara, Teddy Rendra, Poppy Rendra, Almh. Inneke Rendra, Aku dan Krisna Rendra. Namun karena kakak ketigaku sudah almarhumah, so aku biasanya bilang kalau aku anak ketiga dari 4 bersaudara. Aku terlahir dari keluarga sederhana, sangat sederhana, namun semangatku untuk membanggakan kedua orang tuaku tidak sesederhana yang orang pikirkan.

            Sejak kecil aku dibiasakan Mama dan Ayah berjilbab dan Alhamdhulillah sampai saat ini aku nyaman dengan jilbabku, bahkan makin cinta. TK Aisiyah Bustanul Atfal Lamongan, SD Muhammadiyah Lamongan, SMPN 1 Lamongan dan SMAN 2 Lamongan.

            Alm. Ayah aku yang basic keluarganya adalah musisi, jadi aku juga dikenalkan music sejak SD kelas 4, tepatnya keyboard. Dari SD juga aku sering mengikuti berbagai kegiatan seperti ekstra tari, panjat tebing hingga mendapat juara 2 tahun 2007 (yang nggak dapet ijin dari Ayah, finally minta ijin tanda tangan dari kakung hehe), dan duta wisata Wakil 1 Yuk Cilik Lamongan 2007 (ini juga, Ayah lagi pergi, Mama juga lagi ke Kendari, so ditemenin sama tuti). Btw Kakung dan Tuti adalah orang tua Mama, yg Alhamdhulillah masih sehat sampai sekarang, dan aku tinggal sama mereka dari kecil, bahkan rasanya orang tuaku itu bukan Mama Ayah, tapi Tuti Kakung hehe.

            Duduk di bangku SMP, aku belajar ukulele sama Ayah (alat music seperti gitar tapi ukurannya lebih kecil, spesifiknya sih yang dipakai pengamen). Di SMP ini aku juga ikut banyak kegiatan, paduan suara, vocal group, dsb.

            Bangku SMA dimana aku merasakan banyak hal manis dan pahit. Manisnya, aku pernah menjuarai Putri SMADA 2011, Wakil 1 Yuk Lamongan 2012, Finalis Raki Jawa Timur 2013, Juara 2 Putri Jilbab Indonesia Nurani 2013. Dan pahitnya, di tahun 2012 tepatnya tanggal 27 Maret (sebulan lebih sehari setelah aku ulang tahun) Ayah meninggal. Ayah sakit sudah 13 tahun, tapi 2 tahun terakhir adalah masa terberat bagi Ayah, Ayah sakit Liver. Namun aku salut banget sama Ayah, karena selama sakit Ayah nggak pernah ngeluh, bahkan tetap qanaah, sabar dan nggak pernah ninggalin sholat 5 waktu.

            Singkat cerita, setelah UN 2014 aku libur panjang, sebenernya nunggu pengumuman UN dan SNMPTN sih. Saat itu aku ada photoshoot di Surabaya, ada dua orang yang turut mensukseskan Indonesia Pageants datang ke lokasi untuk nawarin Ajang Pemilihan Puteri Muslimah Indonesia 2014 yg diadain INDOSIAR. Beberapa hari sebelumnya ada temen mba Poppy yang nawarin juga cuma aku sempet “nggak ah bang, tahun depan aja”, cuma dia tetep ngerayu aku untuk ikut di tahun pertama Puteri Muslimah itu ada. Finally, daftarlah aku.


            Drama banget buat aku di detik-detik Audisi Puteri Muslimah di Surabaya, mulai dari salah jadwal, nginep di kost temen, nebeng kakak kelas. Dan tibalah waktu audisi, banyak banget muslimah yang cantik dan lebih modis dari aku. Tapi Alahmdhulillah, Allah kasih kelancaran aku karena tes tulis, tes wawancara, catwalk, talenta dan photoshoot aku lolos sampai 20 besar se-Surabaya.
                                               
            Tiga minggu kemudian saat aku dan teman-teman paguyuban Yak Yuk makan di sebuah restoran di Lamongan, tiba-tiba ada telpon dan firasat aku benar…
“Assalamualaikum. Saya Ferry, ini Feby Rendra? Selamat kamu lolos 20 besar Puteri Muslimah Indonesia 2014 se-Indonesia. Tolong kirimkan email kamu nanti saya kirimkan jadwal karantina, perlengkapannya yang harus dibawa, surat ijin dan tiket pesawatnya.”

            Butuh waktu seminggu untuk persiapin semuanya, 15 gaun, heels, sepatu, Make Up, Al-Quran dan masih banyak lagi. Mulai dari pinjem, sewa sampai jahit, semua ini berkat bantuan Tuti, Kakung dan mba Winda (mba ipar).
 
            Hari pertama menginjakkan kaki di Jakarta (honestly, ini pertama kalinya aku naik pesawat) benar-benar minder, karena finalis lain jauh lebih cantik dan punya potensi yang nggak kalah bagusnya. Setelah sampai studio Indosiar, kami makan siang, Make Up, Sholat, photoshoot, menghadiri undangan SCTV Awards. Namun dramanya aku sempat sakit karena maag kambuh. Beberapa hari nggak begitu aktif di setiap materi, dan tiba-tiba keinget Mama. Sempat terbesit dalam hati “percuma jauh-jauh dari Lamongan kalau di sini cuma diem doang.” Akhirnya, bangkit dan mulai aktif di setiap materi, demi Mama.


                                               

           
            Puteri Muslimah sempat diundang ke Inbox, sempat adu nyanyi, aku dengan ning Jeje (finalis dari Surabaya) dapet juara 1 lomba nyanyi, mayan ya ning dapet duit hehehe. Kami juga berkunjung ke Butik Dian Pelangi dan foto bersama bareng Puteri Indonesia 2014 (Elvira Devinamira).
 
   
           
           
            H-2 malam puncak, diadakan penjurian awal dimana all finalists masuk satu persatu ke dalam ruangan, bertemu dan berinteraksi dengan juri utama, yaitu Bapak Opick, Bapak Chand Parwes, Ibu Yenni Wahid, Bunda Arzetti dan Kak Nurulita. Dikesempatan ini aku nyari peluang untuk nambah nilai dengan cara perkenalan menggunakan Bahasa mandarin dan Bahasa Inggris (kedua Bahasa ini ada di mata pelajaran SMA). Selain itu aku juga sudah prepare bawa ukulele dari Lamongan dan Alhamdhulillah kepakai juga, aku main ukulele dengan bawain lagu Wingko Babat dari Lamongan. Saat sesi tanya jawab, ada 1 pertanyaan yang buat aku nangis di saat itu juga. Bapak Opick tanya, “Kamu punya ceita sedih apa?”, awalnya sulit untuk menjawab karena aku juga gampang nangis anaknya. Setelah nangis barulah aku jawab, “Ayah saya meninggal, Mama saya single parent. Saya sering dicemooh teman-teman saya, mereka bilang saya sok cantik, ikut ajang ini itu hanya untuk mencari ketenaran, sok ngeksis, blablabla.” Udah ya, ini ngetiknya juga sambal mewek hehe…

            Tibalah malam puncak Puteri Muslimah Indonesia 2014 LIVE di Indosiar. Honestly, aku nggak pernah minta untuk jadi juara 1, ini jujur banget dari hati yang paling dalam, nggak pernah sama sekali. Dan sebenarnya aku pengen banget dapet juara berbakat, karena aku pengen nunjukkin kalau bakat dari Alm Ayah yang selama ini aku pelajari nggak sia-sia.

            Aku nggak pernah nyangka bakal lolos 10 besar, karena aku yakin finalis lain juga punya potensi yang luar biasa.


           
            Aku bersyukur banget lolos di tahap 5 besar.

            

            Sejujurnya saat pengumuman juara berbakat namaku nggak disebutin, aku down banget, dan ternyata berikutnya namaku dipanggil di favourite. Aku nggak pernah ngevote diri aku sendiri, karena syg banget sama pulsa haha, tapi dapet juara ini aja udah Alhamdhulillah banget. Dan aku sudah nggak terlalu berharap untuk lolos 3 besar karena setau aku nggak aka nada double winner.

                                                

            Ternyata, Alhamdhulillah namaku dipanggil di 3 besar, aku bersyukur banget.

                                       

           


            Sampai akhirnya aku dinobatkan sebagai Runner Up 1 Puteri Muslimah Indonesia 2014, tapi aku bersyukur, nggak ada kalimat lain yg bisa aku ucapin kecuali, Alhamdhulillah thankyou Allah.

                                   

                                   

           


            Ini adalah pengalaman terindah buat aku, nggak pernah nyangka. Namun yg harus teman-teman ketahui, dibalik itu semua ada perjuangan yang luar biasa. Doa Mama, Ayah, restu Allah dan usaha kita sendiri. Aku yakin Mama selalu mendoakan anaknya dimana dan kapan pun, dan inilah the power of all, “Tahajud”. Selama karantina aku selalu sholat tahajud, jadi setiap hari setelah acara selesai aku langsung beres-beres, bersihin Make Up, Mandi, Sholat, baru tidur sekitar jam 2.30 dini hari, padahal jam 4.30 harus bangun sholat subuh dan jam 6 harus stay di bawah untuk Make Up setelah itu lanjut kegiatan materi, ya seperti itulah sampai hampir 10 hari.

            Aku hanya ingin berbagi pengalaman, semoga cerita aku bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi muslimah lain. Namun hal terpenting yang harus teman-teman ingat adalah selalu bersyukur, doakan orang tua kalian dan tanamkan rasa ikhlas.

            Tidak lupa aku ucapkan terima kasih kepada Allah, Mama, Ayah, Tuti, Kakung, crew Indosiar, Indonesia Pageants, Paguyuban Yak Yuk Lamongan, Bupati Lamongan, keluarga besar Jawa Timur. It’s for you, Lamongan.

                                                            

Alhamdhulillah, jazakumullah.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Feby Rendra Febriani
RU 1 Puteri Muslimah Indonesia 2014
Puteri Muslimah Terfavourite 2014

1 komentar: